Sunday, 27 March 2016

Panik yang terselamatkan

Kejadian ini berawal pada pagi hari di waktu itu, jam menunjukkan pukul 6 kurang 10 menit pagi. Saya pun terbangun dengan kaget karena jam masuk sekolah jam 06.30. saya pun loncat dari tempat tidur langsung menuju ke kamar mandi sehingga harus keluar dari kamar mandi karena lupa membawa handuk. Dengan buru-buru mengambil handuk, beberapa saat tidak lama kamar mandi yang mau dipakai terlebih dahulu di pakai oleh kakak saya tambah terulur lagi waktu saya untuk keberangkat ke sekolah. Akhirnnya saya menuju kamar mandi di belakang lalu mandi. Ketika ibu saya memanggil untuk berbarengan menuju tempat kerja. Kebetulan satu arah menuju ke sekolah saya, saya pun berbarengan dengan ibu saya. Setelah mandi, saya pun memakai seragam sekolah dengan cepat tanpa melihat jam dan tanpa sarapan pagi karena tidak waktunya. Setelah selesai menyiapkan keperluan untuk sekolah saya melihat jam menunjukkan angka 6 lewat 10 tanpa ragu dan khawatir akan telat saya memanggil ibu saya untuk bergegas dan berangkat dengan menaiki sepeda motor. Sampai di depan gang sekolah, saya menurunkan ibu saya dan masuk gang menuju ke sekolah saya. 
Terlihat gerbang akan ditutup saya melaju lebih cepat hinga akhirnya masuk kedalam sekolah pukul 7 kurang 15 menit. Pintu kelas terlihat tertutup itu menandakan kelas sudah dimulai. Menaiki tangga hingga lantai 3 membuat capek karena tergesa-gesa pintu kelas saya buka dan ternyata guru pun belum masuk ke kelas. Sangat syukur karena guru kelas belum datang saya masuk dan menuju meja saya. Saya duduk dibelakang dengan teman saya, ketika teman saya mengingatkan tugas yang akan dikumpulkan nanti setelah istirahat, saya langsung membuka tas dan memeriksa apakah saya bawa atau tidak dan ternyataa saya tidak bawa. Saya pun panik karena yang dikerjakan tidaklah banyak melainkan 20 lembar dan tugas itu tidak boleh sama. Di ingat-ingat lagi ternyata tertinggal di meja belajar saya karena mengerjakannya hingga larut malam jam setengah 1 pagi. Guru memasuki kelas tetapi saya tetap panik karena itu tugas penting yang harus dikumpulkan. Istirahat pun di mulai saya membeli makanan tetapi masih keadaan panik karena tugas tersebut hingga istirahat selesai. Menunggu 30 menit sampai mengapa belum datang guru tersebut. Di dalam pikiran sudah senang mungkin pertanda tidak masuk akan tetapi mungkin saja telat masuknya. Tiba-tiba pintu pun terbuka dengan pelan dan itu ternyata teman saya yang baru dari kamar mandi. Itu membuat saya panik akan tetapi setelah teman saya masuk guru saya pun masuk. Kepanikan mulai meningkat ketika guru itu masuk. Sewaktu tugas ingin dikumpulkan sang guru mendapat telfon sehingga sang guru meminta izin untuk menunda pertemuannya untuk saat ini. Syukur selamat tugas hari ini tidak jadi dikumpulkan. Dengan kejadian ini saya mendapat pelajaran malam sebelum berangkat ke sekolah pada pagi hari harus menyiapkan keperluan besok hari dan mengeceknya agar tidak ada yang terlupakan.

No comments:

Post a Comment